SIAGA LEVEL III — erupsi menerus berhenti 00.04 WIB; erupsi terbaru tercatat 07.10 WIB. Radius bahaya tetap 3 km.
PEMANTAUAN BENCANA GEOLOGI · SELAT SUNDA

Gunung Anak Krakatau

Dasbor situasional yang merangkum status vulkanik, sebaran abu, dampak operasional penerbangan, dan panduan mitigasi — disusun dari sumber resmi Badan Geologi, BMKG, BNPB, dan Kementerian Perhubungan.

TINGKAT AKTIVITAS TERBARU · 07.10 WIB
LEVEL III
SIAGA
BERLAKU SEJAK2 Juli 2026
RADIUS BAHAYA3 kilometer
LOKASISelat Sunda
OTORITASPVMBG / Badan Geologi
01 — RINGKASAN OPERASIONAL

Parameter kunci aktivitas vulkanik

Status diperiksa pada kanal resmi MAGMA/PVMBG dan BMKG, 6 September 2026 pukul 11.17 WIB. Data erupsi terakhir yang dipublikasikan MAGMA tercatat pukul 07.10 WIB.

RADIUS LARANGAN
3 km
Zona terlarang dari pusat aktivitas kawah aktif.
ERUPSI TERBARU
07.10
Minggu, 6 September 2026; visual kolom erupsi tidak teramati.
AMPLITUDO TERBARU
50 mm
Terekam pada seismograf PVMBG.
DURASI TERBARU
16 dtk
Durasi erupsi pukul 07.10 WIB.
PEMBARUAN TERVERIFIKASI6 September 2026 · pemeriksaan 11.17 WIB
00.04 WIBErupsi menerus dinyatakan berhenti oleh PVMBG.
00.00–06.00Gunung tertutup kabut; 1 gempa erupsi, 2 hembusan, 14 low frequency, 9 hybrid, 1 vulkanik dangkal, dan tremor menerus.
07.10 WIBErupsi baru terekam dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik; tinggi kolom tidak teramati.
TETAP LEVEL IIILarangan aktivitas tetap berlaku dalam radius 3 km dari kawah aktif.
02 — SEBARAN ABU VULKANIK

Peta sebaran abu di Indonesia bagian barat

Visualisasi geospasial dua klaster sebaran abu berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 BMKG, informasi PVMBG, dan VAAC Darwin per 6 September 2026 pukul 08.00 WIB.

HIMAWARI-9 VA · DATA 06/09/2026 08.00 WIB · VISUALISASI GEOSPASIAL

Indonesia · konteks lokasi

Kotak biru menunjukkan area peta detail di bawah. Titik merah menandai Gunung Anak Krakatau.

Peta dasar: Indonesia GeoJSON · geometri berbasis peta BAKOSURTANAL. Area berwarna dan panah adalah ilustrasi sektor sebaran abu, bukan batas pengamatan presisi.
KLASTER 1 · HINGGA 20.000 KAKIBergerak ke sektor timur laut hingga selatan; mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya.
KLASTER 2 · HINGGA 50.000 KAKIBergerak ke sektor barat daya hingga barat laut; mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda selatan, dan Samudra Hindia.
Klaster 1 — permukaan s.d. 20.000 ft, arah timur laut–selatan Klaster 2 — permukaan s.d. 50.000 ft, arah barat daya–barat laut Pusat erupsi

Panah menunjukkan arah sebaran abu yang terdeteksi BMKG, bukan prakiraan angin permukaan. Kontur abu merupakan interpretasi visual dan dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer. Garis pantai ditampilkan dari data geometri geografis. Isian daratan bukan citra satelit; garis internal bukan rujukan batas administratif terkini. Untuk keputusan penerbangan, gunakan NOTAM/ASHTAM AirNav Indonesia dan advisory VAAC Darwin.

03 — LINIMASA

Kronologi perkembangan erupsi

Peningkatan aktivitas bukan kejadian tunggal, melainkan rangkaian yang terpantau sejak awal Juni 2026.

1 JUNI 2026
Pengamatan satelit menunjukkan emisi gas SO₂ dan anomali panas di kawah — indikator awal dinamika magma dangkal.
2 JULI 2026
Badan Geologi menaikkan status dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), radius bahaya ditetapkan 3 km.
JULI – AGUSTUS 2026
Seri erupsi tipe Strombolian berlangsung fluktuatif dengan lontaran batu pijar dan abu vulkanik.
31 AGUSTUS 2026 · 05.56 WIB
Erupsi dengan kolom abu sekitar 200 m di atas puncak (±357 m dpl), condong ke barat laut.
4 SEPTEMBER 2026 · 23.07 WIB
Erupsi menerus dimulai, disertai suara gemuruh. Semburan merah menyala menyerupai lava fountain yang menghasilkan aliran lava.
5 SEPTEMBER 2026
Intensitas letusan tertinggi sepanjang 2026. Dentuman terdengar hingga Jawa Barat, Banten, dan Lampung. Sejumlah alat pantau termasuk CCTV diduga rusak terkena material erupsi.
6 SEPTEMBER 2026 · 00.04 WIB
PVMBG mencatat erupsi menerus telah berhenti. Aktivitas kegempaan tetap terpantau.
6 SEPTEMBER 2026 · 00.35–01.05 WIB
Paper test di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil positif abu vulkanik.
6 SEPTEMBER 2026 · 03.53 & 07.10 WIB
Erupsi kembali tercatat. Kejadian pukul 07.10 WIB memiliki amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik; visual kolom tidak teramati.
6 SEPTEMBER 2026 · 08.00 WIB
BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu dan menyatakan telah menerbitkan 50 SIGMET secara berkala. Penutupan Soekarno-Hatta diperpanjang bertahap hingga estimasi 13.30 WIB.
04 — DAMPAK OPERASIONAL

Status penerbangan & NOTAM

Rangkuman NOTAM yang diterbitkan AirNav Indonesia dan keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

PENUMPANG TERDAMPAK
22.798
Data dampak yang diumumkan sebelum perpanjangan penutupan hingga 13.30 WIB.
PERGERAKAN PESAWAT
209
Data Kemenhub yang diumumkan sebelum perpanjangan hingga 13.30 WIB.
BANDARA DITUTUP
3
CGK hingga 13.30; Halim dan Radin Inten II hingga 14.00 WIB.
PESAWAT DISIAGAKAN
170
Terparkir di apron seluruh terminal CGK.
PEMANTAUAN PENERBANGANBMKG menyatakan telah menerbitkan 50 SIGMET sejak erupsi awal. Soekarno-Hatta dijadwalkan ditutup sementara hingga 13.30 WIB berdasarkan NOTAM A3346/26. AirNav juga memperpanjang penutupan Halim Perdanakusuma dan Radin Inten II hingga 14.00 WIB; status dapat berubah sewaktu-waktu.
BANDARANOTAMPERIODESTATUS
Soekarno-Hatta (CGK/WIII)Tangerang, Banten A3341/26 → A3344/26 → A3346/26 01.30 WIB → diperpanjang bertahap hingga 13.30 WIB DITUTUP
Halim PerdanakusumaJakarta Timur A3345/26 → NOTAM pembaruan Sejak 07.20 WIB → diperpanjang hingga 14.00 WIB DITUTUP
Radin Inten IILampung Selatan B1124/26 → NOTAM pembaruan Diperpanjang hingga 14.00 WIB DITUTUP
BudiartoCurug, Tangerang C1076/26 NOTAM sebelumnya hingga 10.00 WIB CEK NOTAM TERBARU

Rute internasional terdampak antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Status NOTAM bersifat dinamis — validasi terakhir melalui pia.airnavindonesia.co.id.

05 — PENILAIAN RISIKO

Potensi tsunami

Tidak terdeteksi anomali muka air laut hingga 07.00 WIB

Berdasarkan hasil evaluasi Badan Geologi, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. BNPB meminta masyarakat pesisir Banten dan Lampung tidak panik terhadap isu tsunami serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Pembaruan BMKG: 20 sensor tsunami gauge tidak menunjukkan anomali muka air laut hingga pukul 07.00 WIB. HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung mencatat probabilitas tsunami pada saat itu rendah (<40%) dengan tinggi gelombang sekitar 1 meter. Pemantauan tetap berlangsung 24 jam.

06 — PANDUAN MITIGASI

Menghadapi hujan abu vulkanik

Abu vulkanik bersifat abrasif dan dapat mengiritasi saluran pernapasan serta merusak permukaan kendaraan. Langkah berikut menurunkan risiko bagi manusia maupun aset.

Keselamatan diri

PERLINDUNGAN PERNAPASAN & MATA
1
Masuk ke dalam ruanganTutup rapat pintu dan jendela agar abu tidak masuk.
2
Pakai masker yang rapatGunakan N95/KN95 bila tersedia agar abu halus tidak terhirup.
3
Lindungi mata dengan kacamataHindari lensa kontak selama abu masih beterbangan.
4
Matikan AC dan ventilasi luarCegah udara berabu tersedot masuk ke ruangan.
5
Tunda perjalanan yang tidak mendesakJarak pandang menurun dan paparan abu meningkat di luar.
6
Jangan mengucek mataBilas dengan air bersih; cari bantuan medis bila keluhan berlanjut.
7
Basahi permukaan sebelum menyapuMencegah abu kembali beterbangan saat dibersihkan.
8
Jangan naik ke atap sendirianTumpukan abu sangat berat, terutama setelah terkena air.
9
Pantau kanal resmi secara berkalaPVMBG, BMKG, BNPB, dan BPBD setempat.

Pembersihan kendaraan

PENCEGAHAN KERUSAKAN CAT & MESIN
1
Jangan nyalakan wiper di kaca keringAbu bersifat abrasif dan akan menggores kaca bila disapu kering.
2
Siram dengan air mengalir lebih duluBilas dari atap turun ke bawah sebelum menyentuh permukaan.
3
Jangan dilap saat masih keringMenggosok abu kering sama dengan mengamplas cat kendaraan.
4
Bersihkan celah tersembunyiKisi grille, sela kaca, spion, karet pintu, dan sela lampu.
5
Periksa dan bersihkan filter udaraAbu halus dapat menyumbat serta mempercepat keausan mesin.
6
Keringkan dengan kain microfiberTekanan ringan, hindari gerakan menggosok berulang.
7
Cuci menyeluruh sesegera mungkinKandungan silika merusak lapisan cat bila dibiarkan mengendap.
8
Tutup kendaraan bila diparkir di luarGunakan cover untuk membatasi penumpukan abu langsung.
Jangan biarkan abu menumpuk lama. Sifatnya abrasif dan korosif terhadap cat, karet, kaca, maupun komponen mesin kendaraan.