INDONESIA DISASTER WATCH — Gunung api, dampak penerbangan, karhutla, dan kualitas udara · setiap data memiliki waktu pengamatan. —
EBP INTEGRA · INDONESIA · 06 SEPTEMBER 2026

Indonesia
Disaster Watch

Pahami bahaya di sekitar kita. Telusuri aktivitas gunung api terlebih dahulu, dilanjutkan kebakaran hutan dan lahan serta paparan asap melalui peta Indonesia dan laporan resmi yang bertanggal.

Pemeriksaan sumber terbaru: 6 September 2026, 23.02 WIB. Data gunung api, penerbangan, hotspot, dan kualitas udara memiliki waktu pengamatan masing-masing. Snapshot manual; jam di atas hanya jam perangkat.

DUA FOKUS PEMANTAUAN CAKUPAN NASIONAL
2
GUNUNG API + KARHUTLA
INVENTARIS MAGMA127 gunung api A / B / C
STATUS GUNUNG API69 tersedia · 58 belum tersedia
RINCIAN KARHUTLA16 provinsi terdokumentasi
KUALITAS UDARAPengamatan 6 Sep · 21.00 WIB
KARHUTLA · PEMANTAUAN NASIONAL

Api di darat. Dampak di udara.

Kalimantan menjadi fokus, dengan perluasan laporan ke Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua Barat Daya. Klik penanda atau pilih provinsi untuk melihat sumber, kejadian lokal, dan waktu laporan.

558HOTSPOT NASIONALKepercayaan tinggi · 5 Sep 21.05 WIB
−260DIBANDING 4 SEPTEMBER818 → 558 · turun 31,8% (perhitungan)
16PROVINSI DALAM RINCIANCakupan sumber yang teridentifikasi
214,0PM₂.₅ PALANGKARAYAµg/m³ · 6 Sep 21.00 WIB · Sangat Tidak Sehat

Hotspot: Kemenhut, rilis 6 September. PM₂.₅: BMKG Palangkaraya. Waktu publikasi, pengamatan, dan pemeriksaan dasbor berbeda.

Hotspot bukan jumlah kebakaran. Satelit mendeteksi anomali panas; konfirmasi lapangan tetap diperlukan. Luas terbakar, hotspot, status darurat, dan konsentrasi PM₂.₅ adalah ukuran berbeda. Wilayah tanpa angka dalam rilis tidak berarti bebas kebakaran.
Peta laporan karhutla IndonesiaPenanda mewakili provinsi, bukan titik api individual. Detail yang sama tersedia melalui pilihan provinsi dan tabel.

Posisi penanda adalah jangkar label provinsi yang diperkirakan secara geografis, bukan koordinat kebakaran. Garis pantai memakai geometri Indonesia yang sama dengan atlas gunung api. Peta ini tidak menunjukkan batas area terbakar atau sebaran asap.

Enam provinsi prioritas

Hotspot berkepercayaan tinggi menurut SiPongi/Kemenhut. Penurunan nasional tetap disertai kenaikan lokal di Kalimantan Selatan.

Provinsi4 Sep · 21.155 Sep · 21.05Perubahan

Enam provinsi: 384 titik. Selisih terhadap nasional: 174 titik di wilayah lain yang tidak dirinci dalam rilis ini. Angka tidak menunjukkan luas kebakaran.

Kemenhut 5 Sep · Kemenhut 6 Sep

Gambut membutuhkan penanganan lanjutan

Hujan dan pemadaman udara membantu, tetapi bara di lapisan gambut memerlukan pemeriksaan serta pendinginan oleh tim darat.

Kalbar: Ketapang & Kubu RayaOMC Kalbar + Kalteng

Rilis operasi Kalbar 4 September menyebut area terdampak 802,17 ha; 429,90 ha ditangani hingga padam oleh tim darat. Ini angka cakupan operasi, bukan total tahunan provinsi atau luas api yang masih menyala hari ini.

BMKG melaporkan perpanjangan operasi modifikasi cuaca di Kalbar dan Kalteng pada 5–14 September. Keberhasilan hujan tidak otomatis mengakhiri risiko asap.

Kemenhut, operasi Kalbar 4 Sep · BMKG, OMC 5 Sep

ASAP · KESEHATAN · TRANSPORTASI

Kualitas udara perlu dibaca per lokasi.

Pengamatan stasiun BMKG: 6 September 2026, 21.00 WIB. Angka di bawah adalah konsentrasi PM₂.₅ dalam µg/m³, bukan nilai indeks ISPU dan bukan rata-rata seluruh provinsi.

Utamakan pengurangan paparan. Saat udara memburuk, kurangi kegiatan luar ruang dan gunakan ruang berudara lebih bersih. Lindungi anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan jantung atau paru. Ikuti arahan dinas kesehatan setempat. Lihat panduan tindakan →

Konsentrasi dapat berubah cepat. Pemantauan PM₂.₅ saja tidak memastikan asal seluruh partikel sebagai asap karhutla; abu vulkanik dan sumber polusi lain perlu dianalisis terpisah.

Arah asap belum terverifikasi

Belum diperoleh produk resmi bertanggal dan berkoordinat yang cukup untuk menggambar arah gerak asap karhutla dalam pembaruan ini. Arah abu Krakatau tidak dapat digunakan untuk mewakili asap Kalimantan.

Tampilan wilayah dan penanda pada dasbor adalah lokasi laporan, bukan prediksi pergerakan asap.

Dampak kesehatan: periode data berbeda

BKPK Kemenkes menerbitkan ulasan pada 6 September yang mengacu pada laporan situasi 27 Agustus 2026: 10.674.201 penduduk terdampak di tujuh provinsi dan 13.449 kasus ISPA kumulatif yang dilaporkan.

Jumlah penduduk terdampak bukan jumlah orang sakit. Data ISPA tersebut bukan angka tambahan hari ini dan tidak membuktikan semua kasus disebabkan asap.

BKPK Kemenkes, terbit 6 Sep; data situasi 27 Agu

Riwayat gangguan penerbangan akibat asap

Arsip laporan bandara dan AirNav. Status operasional tanggal 6 September belum dikonfirmasi melalui laporan-laporan ini; cek maskapai dan bandara sebelum berangkat.

BandaraWaktu laporan/kejadianDampak yang terdokumentasiSumber
Melalan / Melak, KaltimRilis 1 Sep; periode 1–5 Sep 2026Pembatalan penerbangan karena kabut asap. Tidak berarti penutupan masih berlaku 6 Sep.UPBU Melalan / Kemenhub
Supadio / Pontianak, Kalbar2 Sep 2026Jarak pandang 600 m; keterlambatan dan satu penerbangan Jakarta–Pontianak kembali ke bandara asal.AirNav, 2 Sep
Juwata / Tarakan, Kaltara1 Sep; rilis 2 Sep 2026Jarak pandang 1.000–5.000 m; satu pengalihan dan tiga keterlambatan penerbangan.AirNav, 2 Sep
RINCIAN WILAYAH & KEJADIAN

Kalimantan dan wilayah lain.

Laporan provinsi dipisahkan dari kejadian lokal. “Padam” hanya berlaku untuk lokasi dan waktu yang disebut sumber, bukan seluruh provinsi. Belum tersedia angka kumulatif nasional yang sebanding untuk dijumlahkan dari daftar ini.

ProvinsiHotspot HC
5 Sep
Fokus / status yang dilaporkanBasis waktu & sumber

Kejadian lokal teridentifikasi

Luas merupakan estimasi kejadian menurut BNPB. Data lintas tanggal dan cakupan ini tidak dijumlahkan sebagai total karhutla Indonesia. Pencarian di atas juga menyaring daftar kejadian.

LokasiKejadianLuasKondisi terakhir dalam sumberLaporan
Kalbar: BNPB 5 September menyebut masa tanggap darurat sampai 6 September. Kelanjutan atau penghentiannya belum diverifikasi; dasbor tidak menganggap status berakhir atau diperpanjang secara otomatis.

Linimasa perkembangan lintas wilayah

PANDUAN KARHUTLA

Kurangi paparan. Jauhkan sumber api.

Asap karhutla merupakan campuran partikel halus dan gas. Ikuti arahan BPBD, Manggala Agni, dinas kesehatan, serta petugas di lokasi.

01 · Rumah dan keluarga

Pantau kualitas udara. Kurangi aktivitas luar ruang; tutup jendela ketika asap masuk. Gunakan pembersih udara berfilter HEPA bila tersedia dan atur AC ke sirkulasi dalam sesuai petunjuk perangkat. Jaga suhu ruangan tetap aman.

02 · Perlindungan napas

Jika harus keluar, gunakan respirator N95 yang pas dan rapat. Respirator menyaring partikel, tetapi tidak melindungi dari karbon monoksida atau seluruh gas. Jangan menjadikannya alasan memasuki area kebakaran.

03 · Pekerja di luar ruang

Pindahkan atau jadwalkan ulang pekerjaan saat paparan lebih rendah. Kurangi kerja fisik berat dan berikan jeda di ruang berudara bersih. Pertimbangkan kondisi kesehatan pekerja dan risiko panas.

04 · Cegah api meluas

Jangan membakar lahan atau sampah. Laporkan asap atau api kepada BPBD, pemadam, atau posko karhutla. Pemadaman gambut dan pendinginan harus ditangani tim terlatih; permukaan yang tampak padam masih dapat menyimpan bara.

05 · Saat kondisi memburuk

Ikuti perintah evakuasi petugas. Bila muncul sesak berat, nyeri dada, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis. Siapkan obat rutin dan rencana bantuan bagi anggota keluarga rentan.

06 · Perjalanan

Tunda perjalanan yang tidak mendesak saat asap mengurangi jarak pandang. Periksa informasi bandara dan maskapai sebelum berangkat. Jangan memakai arsip pembatalan penerbangan sebagai status operasional saat ini.

Posko pengendalian karhutla Kemenhut

(021) 5704618 · WhatsApp +62 813-1003-5000 · posko.karhutla@kehutanan.go.id

Untuk laporan kebakaran dan koordinasi karhutla; bantuan di lokasi tetap mengikuti layanan darurat daerah.

Panduan: CDC/NIOSH, perlindungan dari asap · BKPK Kemenkes · Kemenhut: penanganan dan posko. Panduan abu vulkanik tetap tersedia pada modul gunung api.

01 — PETA NASIONAL & STATUS

Satu kepulauan. Banyak sistem vulkanik.

127 gunung api dalam inventaris MAGMA (edisi 20 September 2021), dipadankan dengan daftar tingkat aktivitas 6 September 2026. Ditambah 3 contoh situs gunung api purba dari GeoHeritage; cakupan purba belum lengkap nasional.

0IV · AWASDalam daftar status MAGMA
5III · SIAGAKrakatau, Semeru, Merapi, Sinabung, Lewotobi Laki-laki
22II · WASPADAErupsi dapat terjadi pada Level II
42I · NORMALNormal ≠ gunung mati
Batas identifikasi: “aktif/pasif/tidak aktif” bukan tiga level resmi PVMBG. Tipe A/B/C merupakan klasifikasi sejarah aktivitas; Level I–IV adalah status pemantauan. Ketiadaan laporan tidak membuktikan gunung dorman atau mati. Inventaris seluruh gunung api purba/tidak aktif Indonesia belum dapat diverifikasi lengkap dari sumber yang tersedia.

Garis pantai berbasis geometri geografis, bukan ilustrasi bentuk pulau atau citra satelit. Koordinat gunung: MAGMA; titik purba: GeoHeritage. Peta dasar Indonesia GeoJSON. Pulau kecil mungkin tidak tergambar pada skala nasional. Gunakan pencarian dan pembesaran untuk titik berdekatan.

02 — INVENTARIS & CAKUPAN

Cari gunung, bukan tebak statusnya.

Semua 127 entri A/B/C dimuat, termasuk gunung bawah laut (BL). Nama dan koordinat mengikuti tabel sumber 2021; status dipadankan hanya untuk 69 entri yang tercantum pada daftar harian. Sumbing di Jawa dan Sumbing di Sumatera dipertahankan sebagai dua entri berbeda.

Tipe A · 76

Riwayat letusan sejak 1600 dalam klasifikasi sumber. Tidak berarti semuanya sedang erupsi sekarang.

Tipe B/C · 30 + 21

B: riwayat letusan sebelum 1600. C: tanpa catatan sejarah letusan, tetapi ada jejak aktivitas seperti solfatara/fumarola. B/C tetap termasuk inventaris aktif; bukan label “mati”.

Purba / tidak aktif · cakupan terbatas

Tiga contoh situs, bukan inventaris nasional lengkap. Nglanggeran disebut tidak aktif oleh pemerintah desa. Label “purba” pada geosite lain tidak dipakai sebagai penetapan status operasional.

GUNUNG / SITUSWILAYAHTIPESTATUS 6 SEPBUKTI ERUPSI HARI INI

Klik nama untuk detail dan lokasi. “Tidak ditandai” berarti tidak memiliki laporan letusan individual hari ini dalam kumpulan yang diperiksa; bukan pernyataan bahwa gunung tidak aktif. Merapi, misalnya, tetap menunjukkan guguran lava.

03 — LINIMASA LINTAS GUNUNG

Sebelum, selama, dan sesudah episode Krakatau.

Cuplikan laporan 23 Agustus–6 September 2026, bukan seluruh letusan. Diurutkan berdasarkan waktu absolut: WITA = WIB + 1 jam; WIT = WIB + 2 jam. Laporan per periode ditempatkan pada waktu akhir periodenya.

Tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Erupsi gunung lain sudah tercatat sebelum episode menerus Krakatau pada 4 September pukul 23.07 WIB. Linimasa ini tidak menyatakan bahwa Krakatau mengaktifkan gunung lain. Jumlah laporan letusan individual juga tidak sama dengan jumlah gempa letusan dalam laporan berkala.

Jejak sumber & metode

Inventaris 2021 dipertahankan sebagai edisi sumber, bukan diklaim sensus baru 2026. Ejaan dinormalisasi saat pencocokan (misalnya Bur Ni Telong/Burni Telong, Rinjani/Barujari, Ile/Ili Werung). Halaman daftar dan filter dapat berbeda waktu pembaruannya; laporan kejadian yang lebih baru diprioritaskan. Situs ini tidak menarik data otomatis dan tidak menggantikan peringatan resmi.

04 — FOKUS SELAT SUNDA

Fokus Anak Krakatau · Level III (Siaga)

Laporan aktivitas terbaru mencakup 12.00–18.00 WIB: kabut menutup gunung, asap tidak teramati; 3 gempa hembusan, 14 low frequency, 21 hybrid, dan tremor menerus. Laporan letusan individual terakhir yang ditemukan tetap 07.10 WIB. Tidak ada entri baru bukan bukti bahwa seluruh aktivitas berhenti.

RADIUS LARANGAN
3 km
Zona terlarang dari pusat aktivitas kawah aktif.
ERUPSI TERBARU
07.10
Minggu, 6 September 2026; visual kolom erupsi tidak teramati.
AMPLITUDO TERBARU
50 mm
Terekam pada seismograf PVMBG.
DURASI TERBARU
16 dtk
Durasi erupsi pukul 07.10 WIB.
PEMBARUAN KRAKATAU6 September 2026 · pemeriksaan 18.22 WIB
00.04 WIBErupsi menerus dinyatakan berhenti oleh PVMBG.
00.00–06.00Gunung tertutup kabut; 1 gempa erupsi, 2 hembusan, 14 low frequency, 9 hybrid, 1 vulkanik dangkal, dan tremor menerus.
07.10 WIBErupsi baru terekam dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik; tinggi kolom tidak teramati.
TETAP LEVEL IIILarangan aktivitas tetap berlaku dalam radius 3 km dari kawah aktif.
05 — ARSIP ARAH ABU KRAKATAU

Peta sebaran abu di Indonesia bagian barat

Visualisasi geospasial dua klaster sebaran abu berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 BMKG, informasi PVMBG, dan VAAC Darwin per 6 September 2026 pukul 08.00 WIB.

HIMAWARI-9 VA · DATA 06/09/2026 08.00 WIB · VISUALISASI GEOSPASIAL

Indonesia · konteks lokasi

Kotak biru menunjukkan area peta detail di bawah. Titik merah menandai Gunung Anak Krakatau.

Peta dasar: Indonesia GeoJSON · geometri berbasis peta BAKOSURTANAL. Area berwarna dan panah adalah ilustrasi sektor sebaran abu, bukan batas pengamatan presisi.
KLASTER 1 · HINGGA 20.000 KAKIBergerak ke sektor timur laut hingga selatan; mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya.
KLASTER 2 · HINGGA 50.000 KAKIBergerak ke sektor barat daya hingga barat laut; mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda selatan, dan Samudra Hindia.
Klaster 1 — permukaan s.d. 20.000 ft, arah timur laut–selatan Klaster 2 — permukaan s.d. 50.000 ft, arah barat daya–barat laut Pusat erupsi

Arsip BMKG pukul 08.00 WIB dari pemeriksaan sebelumnya. Panah dan partikel hanya ilustrasi arah, bukan prakiraan angin permukaan, jarak jangkauan, atau kecepatan. Poligon abu rekaan tidak ditampilkan karena koordinat batas resmi tidak tersedia. Garis pantai berbasis geometri geografis; daratan bukan citra satelit. Untuk penerbangan gunakan NOTAM/ASHTAM dan advisory VAAC yang masih berlaku.

06 — LINIMASA KRAKATAU

Kronologi khusus Anak Krakatau

Cuplikan kejadian terverifikasi; waktu kejadian berbeda dari waktu penerbitan atau pemeriksaan laporan.

2 JULI 2026
Badan Geologi menaikkan status dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), radius bahaya ditetapkan 3 km.
31 AGUSTUS 2026 · 05.56 WIB
Erupsi dengan kolom abu sekitar 200 m di atas puncak (±357 m dpl), condong ke barat laut.
4 SEPTEMBER 2026 · 23.07 WIB
Erupsi menerus dimulai, disertai suara gemuruh. Semburan merah menyala menyerupai lava fountain yang menghasilkan aliran lava.
5–6 SEPTEMBER 2026
Rilis ESDM 6 September menyebut RSAM meningkat pada 5 September lalu menurun pada 6 September. Penurunan energi tidak menghapus potensi erupsi susulan.
6 SEPTEMBER 2026 · 00.04 WIB
PVMBG mencatat erupsi menerus telah berhenti. Aktivitas kegempaan tetap terpantau.
6 SEPTEMBER 2026 · 00.35–01.05 WIB
Paper test di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil positif abu vulkanik.
6 SEPTEMBER 2026 · 03.53 & 07.10 WIB
Erupsi kembali tercatat. Kejadian pukul 07.10 WIB memiliki amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik; visual kolom tidak teramati.
6 SEPTEMBER 2026 · 08.00 WIB
BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu dan pada versi siaran pers terkini mencatat 18 SIGMET telah diterbitkan secara berkala.
6 SEPTEMBER 2026 · PERIODE 06.00–12.00 WIB
Laporan aktivitas MAGMA/PVMBG mempertahankan status Level III (Siaga). Gunung tertutup kabut, asap kawah tidak teramati, dan angin permukaan lemah mengarah ke timur laut serta barat laut.
6 SEPTEMBER 2026 · 10.35 WIB
Ditjen Perhubungan Udara mencatat 373 penerbangan terdampak. Lima bandara ditutup sementara; hasil paper test Husein Sastranegara positif abu dan masih menunggu penerbitan NOTAM penutupan.
6 SEPTEMBER 2026 · RILIS KEMENHUB SORE
Cakupan penutupan bertambah menjadi delapan bandara. Sekitar 150.000 penumpang tertahan dan 467 penerbangan terdampak, terdiri dari 58 penerbangan internasional dan 409 domestik.
6 SEPTEMBER 2026 · 18.00–23.59 WIB (EST)
AirNav menerbitkan pembaruan malam: Soekarno-Hatta dan tujuh bandara lain tetap closed hingga estimasi 23.59 WIB. Untuk CGK berlaku NOTAM A3355/26 mulai pukul 18.00 WIB.
04 — DAMPAK OPERASIONAL

Status penerbangan & NOTAM

Rangkuman NOTAM yang diterbitkan AirNav Indonesia dan keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

PENUMPANG TERTAHAN
±150K
Angka terbaru dalam rilis resmi Kementerian Perhubungan.
PENERBANGAN TERDAMPAK
467
58 internasional dan 409 domestik.
DITUTUP PADA RILIS KEMENHUB
8
Cakupan penutupan bertambah dari pembaruan sebelumnya.
NOTAM CGK TERBARU
A3355
A3355/26 menggantikan A3351/26.
PEMANTAUAN PENERBANGAN · CEK 23.02 WIBAirNav menyatakan delapan bandara terdampak tetap berstatus closed sampai estimasi pukul 23.59 WIB. NOTAM A3355/26 menetapkan penutupan Soekarno-Hatta mulai 18.00 WIB. Karena NOTAM bersifat dinamis, pengguna jasa tetap harus mengecek PIA AirNav, operator bandara, dan maskapai sebelum berangkat.
BANDARANOTAM / RUJUKANKETERANGAN TERBARUTINDAKAN
Soekarno-Hatta (CGK/WIII)Tangerang, Banten A3355/26 menggantikan A3351/26 Ditutup mulai 18.00 hingga 23.59 WIB (EST) CEK NOTAM TERBARU
Halim PerdanakusumaJakarta Timur A3354/26 menggantikan A3349/26 Ditutup 17.58–23.59 WIB (EST) CEK NOTAM TERBARU
Radin Inten IILampung Selatan Status closed dalam rilis AirNav; cek PIA untuk NOTAM aktif Termasuk delapan bandara yang ditutup hingga 23.59 WIB (EST) CEK NOTAM TERBARU
BudiartoCurug, Tangerang C1097/26 menggantikan C1094/26 Ditutup 18.26–23.59 WIB (EST) CEK NOTAM TERBARU
Pondok CabeTangerang Selatan Status closed dalam rilis AirNav; cek PIA untuk NOTAM aktif Termasuk delapan bandara yang ditutup hingga 23.59 WIB (EST) CEK NOTAM TERBARU
Husein SastranegaraBandung, Jawa Barat C1098/26 menggantikan C1093/26 Ditutup 18.28–23.59 WIB (EST) CEK NOTAM TERBARU
Taufik KiemasPesisir Barat, Lampung C1096/26 menggantikan C1091/26 Ditutup 18.03–23.59 WIB (EST) CEK NOTAM TERBARU
Atung Bungsu / Pagar AlamPagar Alam, Sumatera Selatan C1099/26 menggantikan C1088/26 Ditutup 18.55–23.59 WIB (EST) CEK NOTAM TERBARU

Rute internasional terdampak antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Status NOTAM bersifat dinamis — periksa kembali melalui pia.airnavindonesia.co.id dan kanal resmi maskapai sebelum berangkat.

05 — PENILAIAN RISIKO

Potensi tsunami

Tidak terdeteksi anomali muka air laut hingga 07.00 WIB

Berdasarkan hasil evaluasi Badan Geologi, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. BNPB meminta masyarakat pesisir Banten dan Lampung tidak panik terhadap isu tsunami serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Pembaruan BMKG: 20 sensor tsunami gauge tidak menunjukkan anomali muka air laut hingga pukul 07.00 WIB. HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung mencatat probabilitas tsunami pada saat itu rendah (<40%) dengan tinggi gelombang sekitar 1 meter. Pemantauan tetap berlangsung 24 jam.

06 — PANDUAN MITIGASI

Menghadapi hujan abu vulkanik

Abu vulkanik adalah partikel batuan halus yang bersifat abrasif; sebagian abu segar dapat membawa lapisan asam. Kandungan silika dan tingkat keasaman berbeda pada setiap erupsi. Gunakan cara pembersihan khusus agar abu tidak kembali beterbangan, menggores permukaan, menyumbat saluran, atau masuk ke pernapasan.

!
ABU VULKANIK BUKAN DEBU JALANANPartikel batuan berukuran kurang dari 2 mm dapat sangat halus, tajam, dan abrasif. Hindari menggosok permukaan dalam keadaan kering serta batasi paparan langsung.

Rumah, halaman, dan kaca

BERSIHKAN TANPA MENERBANGKAN ATAU MENGGORES
1
Tunggu hujan abu benar-benar berhentiMulai pembersihan setelah kondisi dinyatakan aman oleh petugas.
2
Gunakan pelindung diriKenakan N95/KN95, kacamata pelindung, sarung tangan, baju lengan panjang, dan sepatu tertutup.
3
Basahi tipis sebelum disapuSemprot kabut air secukupnya lalu sapu atau sekop perlahan. Jangan menyapu kering dan jangan mengguyur berlebihan.
4
Jangan buang abu ke saluran airKumpulkan ke dalam kantong atau wadah sesuai arahan pemerintah daerah agar drainase tidak tersumbat.
5
Tutup celah dan ventilasi luarTutup pintu serta jendela, matikan AC yang mengambil udara luar, dan gunakan kain lembap pada celah untuk sementara.
6
Bilas kaca sebelum disentuhKacamata, jendela, dan kaca mobil harus disiram atau dicuci lebih dulu. Jangan dilap atau digosok saat masih kering.

Keselamatan diri

PERLINDUNGAN PERNAPASAN & MATA
1
Tetap di dalam ruanganBatasi aktivitas di luar dan hindari olahraga saat abu masih beterbangan.
2
Pakai N95/KN95 yang rapat dan keringPastikan menutup hidung, mulut, dan dagu. Masker bedah atau kain umumnya memberi perlindungan lebih rendah.
!
Jangan membasahi N95/KN95Air tidak meningkatkan filtrasi dan dapat menurunkan kinerja respirator. Bila tidak ada masker, kain lembap hanya pilihan darurat dengan perlindungan terbatas.
3
Lindungi mataGunakan goggles atau kacamata pelindung dan hindari lensa kontak selama paparan abu.
4
Jangan mengucek mataBilas dengan air bersih mengalir; cari pertolongan medis bila nyeri atau iritasi menetap.
5
Lindungi kelompok berisikoAnak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma atau penyakit jantung-paru sebaiknya tetap di dalam.
6
Tutup kulitKenakan baju lengan panjang, celana panjang, dan penutup kepala bila harus keluar.
7
Tunda berkendaraJika perjalanan benar-benar penting, nyalakan lampu, jaga jarak, dan kurangi kecepatan sesuai jarak pandang serta kondisi jalan.
8
Hindari sepeda motor saat abu lebatJika terpaksa, gunakan helm ber-visor, masker, pakaian tertutup atau jas hujan, lalu berkendara perlahan. Tidak ada batas 40 km/jam yang berlaku universal.

Pembersihan kendaraan

PENCEGAHAN KERUSAKAN CAT & MESIN
1
Parkir terlindung atau gunakan coverBatasi penumpukan abu langsung pada cat, kaca, kisi udara, dan komponen kendaraan.
2
Jangan nyalakan wiper pada kaca keringBersihkan bilah wiper dan bilas kaca lebih dulu agar partikel tidak menggores.
3
Bilas dari atas ke bawahGunakan banyak air sebelum menyentuh permukaan. Jangan menyeka atau menggosok abu dalam keadaan kering.
4
Cuci segera setelah kondisi amanAbu bersifat abrasif dan lapisan asam pada abu segar dapat mempercepat korosi bila dibiarkan.
5
Bersihkan bagian tersembunyiPerhatikan grille, celah kaca, wiper, spion, karet, lampu, roda, rem, dan kolong kendaraan.
6
Periksa filter dan radiatorIkuti buku manual atau minta teknisi memeriksa filter udara, filter oli, serta radiator setelah paparan berat.
7
Serahkan ruang mesin kepada teknisiAir dan abu dapat merusak intake serta sistem kelistrikan bila dibersihkan tanpa prosedur yang tepat.
8
Kendalikan air bekas cucianJangan biarkan endapan abu masuk ke selokan; kumpulkan residu sesuai arahan setempat.
Abu dapat menggores cat dan kaca, menyumbat filter, mengganggu rem atau radiator, serta mempercepat korosi. Prinsip utama: bilas dahulu, jangan mengelap kering.