Parameter kunci aktivitas vulkanik
Status diperiksa pada kanal resmi MAGMA/PVMBG dan BMKG, 6 September 2026 pukul 11.17 WIB. Data erupsi terakhir yang dipublikasikan MAGMA tercatat pukul 07.10 WIB.
Peta sebaran abu di Indonesia bagian barat
Visualisasi geospasial dua klaster sebaran abu berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 BMKG, informasi PVMBG, dan VAAC Darwin per 6 September 2026 pukul 08.00 WIB.
Indonesia · konteks lokasi
Kotak biru menunjukkan area peta detail di bawah. Titik merah menandai Gunung Anak Krakatau.
Panah menunjukkan arah sebaran abu yang terdeteksi BMKG, bukan prakiraan angin permukaan. Kontur abu merupakan interpretasi visual dan dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer. Garis pantai ditampilkan dari data geometri geografis. Isian daratan bukan citra satelit; garis internal bukan rujukan batas administratif terkini. Untuk keputusan penerbangan, gunakan NOTAM/ASHTAM AirNav Indonesia dan advisory VAAC Darwin.
Kronologi perkembangan erupsi
Peningkatan aktivitas bukan kejadian tunggal, melainkan rangkaian yang terpantau sejak awal Juni 2026.
Status penerbangan & NOTAM
Rangkuman NOTAM yang diterbitkan AirNav Indonesia dan keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
| BANDARA | NOTAM | PERIODE | STATUS |
|---|---|---|---|
| Soekarno-Hatta (CGK/WIII)Tangerang, Banten | A3341/26 → A3344/26 → A3346/26 | 01.30 WIB → diperpanjang bertahap hingga 13.30 WIB | DITUTUP |
| Halim PerdanakusumaJakarta Timur | A3345/26 → NOTAM pembaruan | Sejak 07.20 WIB → diperpanjang hingga 14.00 WIB | DITUTUP |
| Radin Inten IILampung Selatan | B1124/26 → NOTAM pembaruan | Diperpanjang hingga 14.00 WIB | DITUTUP |
| BudiartoCurug, Tangerang | C1076/26 | NOTAM sebelumnya hingga 10.00 WIB | CEK NOTAM TERBARU |
Rute internasional terdampak antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Status NOTAM bersifat dinamis — validasi terakhir melalui pia.airnavindonesia.co.id.
Potensi tsunami
Tidak terdeteksi anomali muka air laut hingga 07.00 WIB
Berdasarkan hasil evaluasi Badan Geologi, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. BNPB meminta masyarakat pesisir Banten dan Lampung tidak panik terhadap isu tsunami serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Pembaruan BMKG: 20 sensor tsunami gauge tidak menunjukkan anomali muka air laut hingga pukul 07.00 WIB. HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung mencatat probabilitas tsunami pada saat itu rendah (<40%) dengan tinggi gelombang sekitar 1 meter. Pemantauan tetap berlangsung 24 jam.
Menghadapi hujan abu vulkanik
Abu vulkanik bersifat abrasif dan dapat mengiritasi saluran pernapasan serta merusak permukaan kendaraan. Langkah berikut menurunkan risiko bagi manusia maupun aset.
Keselamatan diri
PERLINDUNGAN PERNAPASAN & MATAPembersihan kendaraan
PENCEGAHAN KERUSAKAN CAT & MESINSumber data & verifikasi
Seluruh informasi pada dasbor ini bersumber dari lembaga pemerintah berwenang. Selalu verifikasi ke kanal resmi sebelum mengambil keputusan.